Pengikut

Sabtu, 16 Oktober 2010

Budaya Cooperation Perusahaan Indosat

PT. Indonesian Satellite Corporation (Indosat) didirikan pada tahun 1967 sebagai anak perusahaan yang dimiliki secara penuh oleh International Telephone and Telegraph Corporation (ITT). Tahun 1969, Indosat memulai operasi komersialnya dan telah menjadi penyedia utama jasa telekomunikasi internasional di Indonesia, menghubungkan Indonesia secara langsung ke hampir 252 negara dan tujuan di seluruh dunia. Bisnis utama Indosat adalah menyediakan jasa switched dan non-switched telekomunikasi internasional. Indosat ditugaskan pemerintah Indonesia untuk membangun, mentransfer, dan mengoperasikan selama 20 tahun sebuah stasiun bumi Intelsat di Indonesia untuk mengakses penggunaan kapasitas Intelsat di satelit Indian Ocean Region (IOR). Tahun 1980, ITT menjual Indosat kepada pemerintah Indonesia. Setelah transfer, Indosat menjadi Badan Usaha Milik Negara dalam bentuk Perseroan Terbatas, dan menjadi satu-satunya penyedia jasa telekomunikasi internasional di Indonesia. Pada waktu itu, Pemerintah Indonesia mentransfer kepemilikan fasilitas Indosat kepada Indosat. Tahun 1982, dalam rangka memisahkan secara efektif jaringan telekomunikasi domestik dan internasional, seluruh kepemilikan Perumtel pada kabel bawah laut internasional dan gerbang serta operator internasionalnya di Jakarta ditransfer ke Indosat dan Indosat mentransfer aset tertentu yang berhubungan dengan telekomunikasi domestik ke Perumtel. Pada bulan Oktober 1994, Indosat menyelesaikan initial global public offering saham-sahamnya. Saham-saham tersebut diperdagangkan baik di Bursa Efek Jakarta maupun New York Stock Exchange.

Sebagai bentuk komitmen Indosat dalam meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat, Indosat telah melaksanakan berbagai progam yang kami harapkan dapat meningkatkan kehidupan masyarakat Indonesia untuk menjadi lebih baik.
Corporate Social Responsibility yang kami lakukan tidak terbatas hanya pada pengembangan dan peningkatan kualitas masyarakat pada umumnya, namun juga menyangkut tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance). Kepedulian terhadap pelanggan, pengembangan Sumber Daya Manusia, mengembangkan Green Environment serta memberikan dukungan dalam pengembangan komunitas dan lingkungan sosial. Setiap fungsi yang ada, saling melengkapi demi tercapainya CSR yang mampu memenuhi tujuan Indosat dalam menerapkan ISO 26000 di perusahaan.

Program CSR di tahun 2008 memiliki tema khusus “Indosat Cinta Indonesia”, yang kemudian pada tahun 2009, tema CSR Indosat berkembang menjadi “Satukan Cinta Negeri” sebagai bentuk refleksi komitmen dan tanggungjawab Indosat sebagai perusahaan di Indonesia yang Peduli atas kesejahteraan masyarakat dan lingkungan, serta upayanya untuk senantiasa berkarya, memberikan manfaat, serta mengajak peran serta seluruh stakeholder untuk mewujudkan bangsa Indonesia yang lebih baik, yang merupakan terjemahan dari keinginan masyarakat pada umumnya untuk terlibat secara aktif dalam berbagai program sosial Indosat.

Indosat mempunyai investasi di: Acasia Communicationd Sdn.Bhd. (ACASIA), PT Aplikanusa Lintasarta (Lintasarta), ASEAN Cableship Pty.Ltd (ACPL), Astel Tokyo Corporation (Astel), PT Bangtelindo (Bangtelindo), Cambodian Indosat Telecommunications S.A. (Camintel), PT EDI Indonesia, PT Duta Sukses Utama, PT Graha Informatika Nusantara, PT Graha Lintas Properti, I-CO Global Communication (Holdings) Ltd, PT Indokomsat Lintas Dunia (Indokomsat), PT Mitra Global Telekomunikasi (MGTI), PT Patra Telekomunikasi Indonesia (Patrakomindo), PT Satelit Palapa Indonesia (Satelindo), PT Sisindosat Lintasbuana, PT Sistelindo Mitra Lintas, PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel), USA Global Link, PT Kalimaya Perkasa Finance, PT Asitelindo Data Buana, PT Intikom Telepersada, PT Indoprima Mikroselindo (Primasel), Suginami Cable Television Co. Ltd., PT Yasawirya Tama Cipta (YTC), Indosat Kazakstan Telecommunications Ltd. (Inkasel), International Satellite Organisations, PT Multi Media Asia Indonesia (MMAI), PT Pramindo Ikat Nusantara, AlphaNet Telecom Inc, PT Indosat Mega Media (IMM), PT Menara Jakarta, PT Yasawirya Indah Mega Media, PT Multimedia Nusantara, PT Datakom Asia, ASEAN Telecom Holding Sdn.Bhd. (ATH), PT Indokomsat Lintas Dunia, PT Indosel.

http://www.izzispulsa.com/index.php/indosat-corporate-social-responsibility-csr
http://ivaneberta.blog.binusian.org/2009/09/01/personal-assignment-02-pbi-manajemen-strategis/

Jumat, 01 Oktober 2010

Etos Kerja dengan Etnis Minang

Etos kerja pada masyarakat minangkabau sangat terkenal dengan industri otaknya pada masa perjuangan kemerdekaan. Sehingga banyak tokoh-tokoh yang berasal dari minang menjadi pemimpin Indonesia dan dunia. Dengan kemampuan intelektualitasnya, mereka berpikir untuk kemajuan bangsanya pada umumnya dan khususnya minangkabau. Mayoritas masyarakat minang menganut ajaran islam, secara langsung islam mengajarkan kita untuk berusaha/bekerja untuk mencapai masa depan yang lebih baik.
Adat istiadat minangkabau, sangatlah relevan dengan kondisi yang ada. Dalam adat minang harta pusaka jatuh kepada perempuan sebab pada dasarnya ada pusaka tinggi dan ada pula pusaka rendah. Pusaka tinggi merupakan pusaka yang terjalin turun temurun, yang hasilnya dipergunakan untuk anak kemenakan khususnya perempuan. Sedangkan mamak tidak berhak menjual harta pusaka tinggi tersebut. Pada dasarnya, pusaka tinggi itu untuk kemakmuran kaumnya mengeloala dengan baik. Sedangkan pusaka rendah, merupakan harta kekayaan yang didapatkan dari keluarga itu sendiri, tidak ada kaitannya dengan harta turun temurun. Pusaka rendah diperoleh dengan semangat an kerja keras yang dilakukan oleh keluarga.
Para pemuda minang dituntut untuk hijrah/merantau karena dikampung halamannya tidak membawa apa-apa sama sekali. Sebelum merantau tentu dibekali berbagai keterampilan atau keahlian agar dapat bersaing dengan yang lainnya. Budaya meratau memberikan peran yang sangat signifikan agar nantinya setelah mereka menguasai ilmu dirantau orang atau menjai orang sukses maka nantinya tentu akan ingat kembali ke kampong halamannya untuk membangun kampungnya. Dalam hal ini aa ungkapan mengatakan sejauh-jauhnya burung terbang, pasti akan ingat ke kampung halamannya.

Pandangan Terhadap Kerja

Sejalan dengan makna hidup bagi orang Minangkabau, yaitu berjasa kepada kerabat dan masyarakatnya, kerja merupakan kegiatan yang sangat dihargai. Kerja merupakan keharusan. Kerjalah yang dapat membuat orang sanggup meninggalkan pusaka bagi anak kemenakannya. Dengan hasil kerja dapat dihindarkan “Hilang rano dek panyakik, hilang bangso indak barameh”(hilang warna karena penyakit, hilsng bangsa karena tidak beremas). Artinya harga diri seseorang akan hilang karena miskin, oleh sebab itu bekerja keras salah satu cara untuk menghindarkannya.
Dengan adanya kekayaan segala sesuatu dapat dilaksanakan sehingga tidak mendatangkan rasa malu bagi dirinya atau keluarganya. Banyaknya seremonial adat itu seperti perkawinan membutuhkan biaya. Dari itu usaha yang sungguh-sungguh dan kerja keras sangat diutamakan. Orang Minangkabau disuruh untuk bekerja keras, sebagaimana yang diungkapkan juga oleh fatwa adat sbb:
Kayu hutan bukan andaleh Kayu hutan bukan andalas
Elok dibuek ka lamari Elok dibuat untuk lemari
Tahan hujan barani bapaneh Tahan hujan berani berpanas
Baitu urang mancari rasaki Begitu orang mencari rezeki
Dari etos kerja ini, anak-anak muda yang punya tanggungjawab di kampung disuruh merantau. Mereka pergi merantau untuk mencari apa-apa yang mungkin dapat disumbangkan kepada kerabat dikampung, baik materi maupun ilmu. Misi budaya ini telah menyebabkan orang Minangkabau terkenal dirantau sebagai makhluk ekonomi ulet.
Etos kerja keras yang sudah merupakan nilai dasar bagi orang Minangkabau ditingkatkan lagi oleh pandangan ajaran Islam yang mengatakan orang harus bekerja keras seakan-akan dia hidup untuk selama-lamanya, dia harus beramal terus seakan-akan dia akan mati besok.
Jadi, kalau kita amati seseorang yang mempunyai kemampuan yang dimilikinya, secara langsung pula bagaimana berupaya meningkatkan dirinya yang sesui dengan tuntutan kehidupan yang dimilikinya. Tuntutan hidup dengan kebutuhan yang semakin meningkat, secara langsung dapat menggugah seseorang untuk dapat berkembang dalam upaya meningkatkan jadi dirinya kejalan yang lebih baik. Sebab, di alam Minangkabau ini ada namanya saling baiyo-iyo, sesuatu masalah yang ada kita laksanakan dengan musyawarah dan mufakat untuk mencapai keputusan yang lebih baik. Orang Minang adat istiadatnya yang sangat kuat, dengan adanya bersuku-suku, bernagari, berkorong yang saling terkaitan antara satu dengan yang lainnya. Upaya kehidupan yang lebih baik itu, siapa lagi yang akan merubahnya kalau bukan kita sendiri yang akan merubahnya. Untuk itu semangat dan etos kerja yang baik itulah yang membawa seseorang yang akan sukses.
Sumber :
http://mahmudshah.wordpress.com/2008/09/15/2-nilai-nilai-dasar-adat-minangkabau/
http://www.pandaisikek.net/sosial-dan-seni-budaya-minang-kabau/artikel-budaya

Jumat, 02 April 2010

Mengubah Pelayanan Transportasi Umum di Indonesia

Dalam kehidupan transportasi pada saat ini sangatlah penting dan dibutuhkan oleh setiap masyarakat. Dengan banyaknya berbagai transportasi di Indonesia dapat mempermudah masyarakat untuk melakukan kegiatannya. Transportasi juga dapat membantu perkembangan perekonomian masyarakat tersebut. Tetapi dengan banyaknya transportasi dapat menyebabkan kemacetan dan inilah yang menjadi masalah. Untuk mengubah pelayanan transportasi di Indonesia sangatlah sulit karena masyarakat Indonesia yang semakin berkembang. Tidak sedikit usaha yang telah dilakukan Pemerintah Daerah (PEMDA) untuk membenahi sistem transportasi kota. dapat diakui bahwa kualitas dan kapabilitas tenaga pelayanan jasa transportasi masih menjadi masalah yang serius dan tidaklah mudah untuk memperbaikinya karena pasti akan menimbulkan banyak kontroversi di dalamnya. jadi pada intinya untuk mengubah pelayanan transportasi di indonesia membutuhkan waktu yang cukup lama dan harus dibantu dengan kesadaran tiap masyarakatnya.

Sabtu, 27 Februari 2010

Penalaran mahasiswa terhadap pembajakan industri musik

Maraknya pembajakan industri musik di Indonesia

Dewasa ini pembajakan dalam industri musik sudah bukan hal biasa lagi di Indonesia. Ini sudah sangatlah memprihatinkan dan mengkhawatirkan, terlebih saat ini semakin mudahnya kita mendistribusikan lagu melalui internet seperti mendownload. Tetapi,hingga kini kasus tersebut belum ditangani secara serius oleh pihak yang berwajib. Masyarakat sudah sangatlah tahu dengan pembajakan ini dapat merugikan musisi yang telah menghasilkan berbagai macam karya musik. Bila terus di biarkan seperti ini, bukan hal yang mustahil industri musik dapat mati.
Pembajakan merupakan ancaman terbesar bagi industri musik dan para penghasil karya musik. Menurut data ASIRI 2007, penjualan musik ilegal atau bajakan mencapai 95,7 % sementara musik legal hanya 4,3 % saja. Hal ini menunjukkan gagalnya penegakan hukum terhadap UU No.19/2002 tentang Hak Cipta. Dengan adanya pembajakan ini dapat berakibat fatal bagi industri musik di Indonesia untuk terus berkarya. Dengan lahirnya media-media teknologi baru juga, beruntungnya tak terlalu merugikan industry music. Sebutlah dengan hadirnya ring back tone contohnya atau yang sering disebut RBT yang hasilnya finansialnya lumayan menghibur bagi pengelola label rekaman.

Jumat, 26 Februari 2010

Pengertian dan Keuntungan Model Relasional

Apa Itu Relasional ?


Beberapa orang mungkin mengetahui apa itu model relasional, pengertian model relasional merupakan sebuah data yang di relasionalkan dalam bentuk tabel yang terdiri dari baris dan kolom. Banyaknya organisasi yang menggunakan model relasional Karena kelebihannya yaitu dengan bentuk model yang sangat sederhana, serta mudah di presentasikan sehingga menjadi alat komunikasi yang bagus bagi pemakai dan perancang.

Contoh dari model relasional dan keterhubungannya :








MHS
NPMNAMAALAMAT
10207177RiniBogor
10207178IlhamBogor
11208328BayuJakarta
11298832NoviTanggerang
11298833PurnamaDepok







MatKul
KDMKMATKULSKS
IT-O21302Akun.Biaya3
AK-021217Perilaku Konsumen2
IT-021235Metode Riset2









Nilai
NPMKDMKUTSUAS
10207177IT-O213027090
10207178AK-0212176085
11208328IT-0212356085
11298832PB-0211018095
11298833IT-0212465065

Refrensi :
http://rizarulham.wordpress.com/2009/10/14/pengenalan-model-data-relasional/
http://aqgirl.mywapblog.com/post/2.xhtml

Jumat, 19 Februari 2010

Arsitektur Database

Pengenalan Arsitektur Basis Data (database)

Arsitektur system database dapat dikenal dengan sebutan arsitektur tiga skema (three-schema architecture). Fungsi dalam skema ini adalah untuk memisahkan antara fisik basis data dan program aplikasi dalam pemakai. Skema dalam arsitektur tersebut adalah :
•Level internal merupakan skema internal yang memuat deskripsi struktur penyimpanan basis data.
•Level konsepsual merupakan skema konsepsual yang memuat deskripsi struktur basis data secara keseluruhan untuk semua pemakai.
•Level eksternal merupakan skema eksternal (user views) yang mendefinisikan pandangan data terhadap sekelompok pemakai (local view) dengan menyembunyikan data lain yang tidak diperlukan oleh kelompok pemakai tersebut
Bahasan dibawah ini akan memberikan gambaran dari tiga kategori utama arsitektur dana sub kategorinya, dan juga beberapa wawasan manfaat dari masing-masing arsiktektur database.

Aplikasi Logika
Arsitektur database dapat dibedakan dengan memeriksa cara logika aplikasi didistribusikan di seluruh system. Aplikasi logika terdiri dari tiga komponen : Presentasi Logika, Pengolahan Logika, dan Storage Logic.
Presentasi komponen logika bertanggung jawab untuk menformat dan menampilkan data pada layar pengguna. Pemrosesan komponen logika menangani manajemen data logika pemrosesan, logika aturan bisnis, dan manajemen data logika. Akhirnya, komponen logika penyimpanan bertanggung jawab atas penyimpanan dan pengambilan dari perangkat yang sebenarnya seperti sebagai hard drive atau RAM.

One Tier Architectures
One-tier architecture dapat bermanfaat ketika kita berhadapan dengan data yang relevan kepada pengguna (sejumlah kecil pengguna) dan kita memiliki jumlah data yang relative kecil. Mereka agak murah untuk menyebarkan dan mempertahankan.

Two Tier Client/Server Architectures
Two-tier architecture adalah salah satu yang familiar bagi banyak pengguan computer saat ini. Implemetasi yang umum dari jenis istem ini adalah bahwa klien berbasis program Microsoft Windows yang mengakses server database seperti Oracle atau SQL Server.
Arcitenture bias jadi menguntungkan ketika kita memiliki jumlah pengguna yang relative kecil pada system (100-150) dan kita menginginkan peningkatan level skalabilitas.


Two-Tier Client-Server Architecture


Web-Based, Two-Tier Client-Server Architecture

N-Tier Client/Server Architecture
Kebanyakan n-tier arsitektur database yang ada pada three-tier konfigurasi. Dalam arsitektur klien /server model diperluas untuk memasukkan tingkat menengah (bisnis tier), yaitu aplikasi server yang menempatkan logika bisnis. Tingkat menegah ini mengurangi pemrosesan tugas aplikasi client dan beberapa databse server dengan menerjemahkan panggilan klien ke dalam database queries dan menerjemahkan data dari database ke data klien kembali. Akibatnya, klien dan server tidak pernah berbicara langsung dengan satu-lain.
Karena tingkat menengah di tingkat tiga arsitektur berisi logiak bisnis, ada peningkatan skalabilitas yang baik dan isolasi dari logika bisnis, serta menambahkan fleksibilitas dalam memilih database vendor.


Three-Tier Client/Server


Web-Based, Three-Tier Client Server Architecture

Refrensi :

http://asepsyaifulmillah.blog.upi.edu/2009/10/20/revolusi-arsitektur-database/
http://dim.tlogosari.net/computer/programming/basis-data-programming-computer/arsitektur-sistem-basis-data/

Minggu, 03 Januari 2010

Kebudayaan Mempengaruhi Perilaku Konsumen

Faktor utama yang mempengaruhi perilaku konsumen adalah kebudayaan. Kebudayaan mempunyai pengaruh yang sangat luas dan sangat mendalam terhadap perilaku konsumen. Kebudayaan adalah faktor yang menentukan keinginan dan perilaku seseorang yang paling mendasar. Seperti seorang anak yang telah dibesarkan dalam sebuah masyarakat akan mempelajari nilai dasar, preferensi, persepsi, dan perilaku melalui proses social yang akan melibatkan keluarga atau lembaga penting lainnya. Karena itu, seorang anak yang dibesarkan dalam kebudayaan tertentu akan mempunyai nilai-nilai kebudayaan tertentu pula.

Setiap konsumen juga harus memahami kebudayaan atau cultural yaitu kemampuan untuk mengerti dan memahami secara penuh berbagai nuansa dari perbedaaan pola kebudayaan. Pemahaman atas waktu, sikap dan peranan dalam masyarakat merupakan aspek yang sangat berbeda dari kultur dengan yang lain memerlukan pemahaman yang lebih dari kenyataan cultural yang ada.